Saya Biasa Pakai Multi Browser Sekaligus. Kenapa?
Awalnya terbiasa karena pekerjaan sebagai desainer web yang perlu dan harus menguji tampilan web di berbagai jenis browser. Faktor selanjutnya lebih karena selera dan mood. Terakhir, disebabkan oleh faktor keunggulan masing-masing browser, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan. Poin terakhir ini yang ingin saya utarakan di sini.
Firefox: Sifatnya yang multi fungsi (berkat addons-nya), akan jadi browser pilihan utama jika ingin lebih dari sekedar browsing. Misal, pengujian web dengan addons web developer, capture halaman web (pakai FireShot), Social Networking (misal update Twitter, Tumblr, dll lewat interface addons), dsb. Hanya saja, Firefox cenderung boros memori, jadi terasa berat. Saya tidak suka bila untuk sekedar browsing, kurang praktis.
Safari: Bagi saya, Safari adalah browser ternyaman untuk browsing. Cukup ringan untuk dijalankan, rendering font-nya yang smooth, tapi tetap tajam, menghadirkan kenyamanan tersendiri saat membaca artikel-artikel web. Perkakas downloadnya juga terbilang cepat dan bookmark manager-nya sangat nyaman dipakai. Kelemahannya, Safari cepat menyerah kalo koneksinya sedang tidak bagus.
Google Chrome: Browser yang paling ringan dan cepat. Interface-nya minimalis, jadi terlihat sangat lega. Kekurangannya ada pada fitur ekstra, seperti addons yang nyaris nol. Saya biasa pakai kalau untuk kebutuhan searching lewat Google atau disaat sedang menjalankan aplikasi berat lainnya.
Opera: Saya jarang pakai Opera. Namun sejak veri 10 Beta keluar, jadi agak sering juga. Kini Opera hampir seperti Firefox, memiliki dukungan Widgets (serupa Addons) yang membuat Opera jadi lebih dari sekedar browser. Integrasi email manager di versi 10 bahkan sudah terbilang baik. Sepertinya kini Opera bisa menjadi All in one browser. Hanya saja saya tidak begitu suka dengan fitur emailnya. Meski sangat mudah dpakai, tapi karena sudah terbiasa dengan Postbox dan Thunderbird, jadinya tidak terlalu berminat untuk pindah ke manager email yang lain. Ini murni faktor selera saja.
Bagaimana dengan Internet Explorer? Well, IE versi terakhir (IE 8) memang sudah jauh lebih bagus dan modern. Tapi karena secara pribadi tidak berselera, saya hampir tidak pernah memakainya dalam keseharian kecuali sebagai browser uji saja. Sekali lagi, ini semata-mata karena faktor selera.
![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=ce159e25-84a1-415c-bc61-b4bf20902b4b)