Membayangkan Windows 7 Dijual Tanpa Browser IE
Sekitar dua hari kemarin, saya sempat berita dalam running news MetroTV; Windows 7 akan dipasarkan di kawasan Eropa tanpa browser IE! Wah, beneran nih?
Secara refleks, saya berkomentar pada teman disamping “Wah, nanti gimana ya caranya kalau pengin download Firefox?” Haha… Maklum, lelucon IE sebagai Firefox Download Utility masih cukup membekas dalam ingatan.
Tekanan yang sangat kuat nampaknya berhasil memaksa Microsoft mengambil keputusan yang menurut saya adalah langkah yang sangat ekstrim.
Pada satu sisi, ini menjadi kabar bagus untuk menjaga kondusifitas persaingan pasar browser. Tak ada lagi monopoli dari raksasa Microsoft. Namun di sisi lain, ini akan menjadi masalah baru bagi pengguna secara umum.
Secara logika, bila windows 7 benar-benar 100% tanpa browser, maka seharusnya tak akan ada jalan sama sekali untuk membuka menjelajah ke dunia maya. Teorinya, bagaimana caranya nanti bagi pengguna agar bisa mendownload aplikasi-aplikasi tertentu, baik browser (Firefox, Google Chrome, Opera, Safari, dll), FTP, dsb., kalau tak ada browser yang sudah terinstall (pre-installed) sebelumnya?
Memang ini bukan berarti tanpa solusi sama sekali. Secara teknis, pengguna yang berniat pindah ke Windows 7, tentu harus menyiapkan perkakas internet sebelumnya dan menyimpannya di hard-disk, CD/DVD, atau FlashDisk sebagai file master.
Sebagai ilustrasi, Toni adalah seorang pengguna Windows XP dan ingin mengganti OS-nya menjadi Windows 7. Maka sebagai persiapan awal, Toni harus mendownload terlebih dahulu minimal sebuah browser dan menyimpannya ke hard-disk. Baru setelah itu Toni dapat melakukan migrasi ke Windows 7 secara “aman” karena file master browser sudah tersimpan sebelumnya di hard-disk. Jadi, nantinya si Toni cukup install browsernya dari file master di hard-disk.
Beda lagi dengan Tina, adik Toni. Tina baru saja membeli laptop baru yang ber-OS-kan Windows 7. Ini artinya, Tina adalah murni pengguna baru Windows 7. Logikanya, karena ini laptop baru, maka belum ada file apapun di dalam hard-disk kecuali sistem Windows 7 itu. Tina akhirnya minta tolong ke Toni “Tolong dong, copy-in master browser ke hard-disk laptopku, biar Windows 7-nya bisa buat menjelajah internet”.
Nah, bila begitu ceritanya, paket Windows 7 tanpa browser dapat dipastikan akan mendatangkan polemik baru dikemudian hari.
Saya sendiri sih tidak yakin Microsoft akan benar-benar 100% rela melepas Windows 7 tanpa browser IE. Pasti akan ada suatu cara khusus yang sudah disiapkan sebelumnya agar pengguna bisa melakukan koneksi ke internet. Misalnya, menyiapkan sebuah piranti lunak khusus yang dapat digunakan untuk mendownload browser IE. Bisa jadi piranti lunak khusus itu akan dikemas sedemikian rupa hingga menjadi bagian dari perangkat (misalnya) Windows Update. Nantinyanya pengguna tinggal memilih opsi, katakanlah “Download Internet Explorer now!”. Nah, tentu ini akan jadi sangat mungkin menjadi masalah baru bila ternyata piranti khusus itu hanya dapat digunakan untuk mendownload browser IE.
Praktis, jalan menuju ke internet akan menjadi berliku, tidak bisa straight forward to the world wide web.
Ah, andai saja solusinya adalah semua browser disertakan saja ke dalam paket Windows 7, mungkin akan lebih fair hasilnya. Pengguna mau pilih apa terserah, tinggal pakai saja.
Hanya saja, apa ya mungkin Microsoft mau seperti itu? Amat sangat mustahil Microsoft sudi mengajak “musuh-musuhnya” untuk mensukseskan Windows 7.
1 note
-
veille-pharmaceutique liked this
-
andreasfendri posted this